Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) is a peer-reviewed journal on Islamic Economics and Finance by Faculty of Shariah and law Syarif Hidayatullah Jakarta in cooperation with The Indonesian Association of Islamic Economist. FOCUS:This journal focused on Islamic economics and finance studies and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE: Al Iqtishad specializes on Islamic economics and finance, and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.

Recent Submissions

  • The Impact of Halal Tourism on Regional Economic Growth in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia

    Wijaya, Lalu Hendra (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. This study aims to analyze the economic development of the West Nusa Tenggara Province with the existence of halal tourism. It is expected that the halal tourism is able to support the economic development of the province. This is a quantitative research, using secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) among others. The analysis tool used is SPSS. The results show that halal tourism has considerable potential as one of the leading sectors that can support the regional economy. The progress of the tourism sector in the West Nusa Tenggara Province is marked by the increase in the number of foreign and domestic tourist visits every year.Keywords: Economic Growth, Halal Tourism, West Nusa Tenggara Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan atau pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan adanya pariwisata halal sehingga mampu menopang perekonomian regional provinsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data sekunder yang di antaraya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS). Alat analisis yang digunakan adalah SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pariwisata halal memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat menopang ekonomi daerah. Kemajuan sektor pariwisata di Provinsi NTB ditandai dengan meningkatnya angka kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara setiap tahunnya.Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Wisata Halal, Nusa Tenggara Barat
  • Sight Beyond Sight: Foreseeing Fraudulent Financial Reporting through the Perspective of Islamic Legal Ethics

    Rahmatika, Dien Noviany; Aravik, Havis; Hamzani, Achmad Irwan; Yunus, Nur Rohim (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. In the financial sectors, fraud has become a world phenomenon, ranging from fraudulent financial reports, assets misappropriation and corruption. These three types of fraud are practices carried out deliberately against the law which harm many parties. This study aims to analyze fraudulent financial reporting, where the presentation of misstatements is presented to mislead financial reports. These are against the ethical perspective of Islamic law as stated in the Quran and Hadith. This research uses secondary data based on the principles of sharia accounting concepts and Islamic ethics. The analytical method used is a qualitative description method with literary and normative approaches by examining fraudulent financial reporting from the perspective of Islamic law. The results of this study strengthen the theory of fraud pentagon with the symptoms and red flags of fraud, namely pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance of the perpetrators of fraud. The Quran as well as the hadith emphasize the values of honesty, justice, truth, responsibility, and belief in reporting. This research also overlooks the weak ethics of the accounting profession and also the value of religiosity held by weak accountants from the perspectives of Islam.Keywords: Accounting Fraud, Fraudulent Financial Reporting, Fraud Pentagon Theory, Islamic Legal Ethics Abstrak. Pada sektor keuangan, fraud (kecurangan) menjadi salah satu fenomena global, dengan kasus kecurangan laporan keuangan, penyelewengan aset dan korupsi. Ketiga bentuk kecurangan tersebut merupakan praktek yang dilakukan secara sengaja melawan hukum dan merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecurangan pelaporan keuangan, dimana informasi yang disajikan dalam laporan adalah hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini bertentangan dengan etika hukum Islam dalam Al-Qur'an dan Hadits. Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi syariah dan etika Islam. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskripsikualitatif dengan pendekatan literatur dan kajian normatif. Hal ini dilakukan dengan memeriksa kecurangan pelaporan keuangan dari perspektif hukum Islam. Hasil dari penelitian ini memperkuat teori Fraud Pentagon tentang gejala dan Red Flag Fraud, yang terdiri dari tekanan, peluang, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi para pelaku penipuan. Hal ini bertentangan dengan prinsip hukum Islam yang menekankan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebenaran, tanggung jawab, dan kepercayaan dalam pelaporan. Penelitian ini juga menunjukkan lemahnya prinsip etis dalam profesi akuntansi dan jugai religiusitas yang dimiliki oleh akuntan.Kata kunci: Kecurangan akuntansi, Kecurangan Pelaporan Keuangan, Teori Fraud Pentagon, Etika Hukum Islam
  • Green Sukuk-Based Project on Sustainable Waste Management in Indonesia

    University of Muhammadiyah Malang; Hariyani, Happy Febrina; Kusuma, Hendra; Hidayat, Wahyu (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. Green Sukuk-Based Project on Sustainable Waste Management in Indonesia. Most of the problems that occur in waste management are related to financing. This study proposes Green Sukuk to be used by the government as a diversification of funding for municipal waste management. This paper argues that Green Sukuk can potentially be an Islamic finance instrument for financing municipal substantial waste management project carried out by the Ministry of Environment and Forestry. Further, there will be costs and benefits obtained by the government as the implications of this financing. Hence, this paper attempts to find the best alternative of Sukuk strategy to be implemented in the financing of municipal waste management using Analytic Network Process (ANP) with a network of Benefit, Opportunity, Cost, Risk (BOCR) analysis. Keywords: Sustainable waste management; Green Sukuk; ANP-BOCR Abstrak. Proyek Berbasis Sukuk Hijau untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Indonesia. Sebagian besar masalah yang terjadi dalam pengelolaan limbah adalah pembiayaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dapat menggunakan Sukuk hijau sebagai diversifikasi pendanaan untuk pengelolaan limbah kota. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sukuk Hijau berpotensi menjadi instrumen keuangan Islam untuk membiayai proyek pengelolaan limbah padat kota yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lebih lanjut, pemerintah memiliki potensi dan peluang untuk mengimplementasikan sistem pembiayaan ini; namun juga menghadapi potensi beban dan kerugian sebagai implikasi dari pembiayaan ini. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menemukan strategi alternatif berupa produk Sukuk terbaik untuk diimplementasikan dalam pembiayaan pengelolaan limbah kota, dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP) dan jaringan Analisis Manfaat, Peluang, Biaya, Risiko (BOCR). Kata kunci: Pengelolaan limbah berkelanjutan; Sukuk hijau; ANP-BOCR
  • Commemorating the 10th Anniversary of Al-Iqtishad Journal of Islamic Economics: A Bibliometric Analysis

    Mubarrok, Ujang Syahrul; Sukmana, Raditya; Ratnasari, Ririn Tri (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. This study bibliometrically evaluates and analyzes the articles published by Al-Iqtishad Journal in the last ten years. Data were obtained from the website of Al-Iqtishad Journal and further edited in Mendeley. The results show that the Al-Iqtishad journal had published 215 articles in the last ten years, mostly in English and Indonesian languages, with the majority of the topics on Islamic banking. These findings tend to be useful for the editorial board of Al-Iqtishad journal to evaluate and improve the publication of their articles. Keywords: Islamic Economics; Bibliometrics Abstrak. Studi ini menganalisis dan mengevaluasi secara bibliometrik artikelartikel yang diterbitkan oleh Jurnal Al-Iqtishad dalam 10 tahun terakhir. Data diperoleh dari situs web dan selanjutnya diedit di Mendeley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnal Al-Iqtishad telah menerbitkan 215 artikel dalam sepuluh tahun terakhir yang sebagian besar berbahasa Inggris dan Indonesia, dengan mayoritas topik tentang perbankan syariah. Temuan ini cenderung bermanfaat bagi dewan redaksi Iqtishad untuk mengevaluasi dan meningkatkan publikasi artikel mereka.Kata kunci: Ekonomi Islam; Bibliometrik
  • Enhancing Waqf Accountability: Nazhir’s Perspective towards Waqf Reporting

    Monica, Sandra; Mukhlisin, Murniati; Fatah, Dede Abdul (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. This study explores the best reporting form as a representation of waqf accountability through nazhir’s perspectives, i.e. waqf institutions in Indonesia. The method used in this study is the Analytic Network Process combined with Delphi. The results show that financial statements obtained from the first rank as the best reporting form. However, the waqf institutions could have difficulties in delivering a high-quality financial statement since there is a lack of understanding about the new waqf accounting standard that will be applied in 2021. The development of a comprehensive and down to earth guidance is crucial in helping the institutions apply the standard, with a help line as a backup. Continuous education and certification are also useful to enhance the skills of human resources in the waqf institutions concerning waqf management and accountability reporting. Keywords: Waqf Accountability; Waqf Reporting; Nazhir; ANP; Delphi method Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengksplorasi bentuk pelaporan terbaik sebagai representasi akuntabilitas wakaf, dilihat dari perspektif nazhir, yang dalam hal ini adalah institusi wakaf di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Analytic Network Process yang dikombinasikan dengan Delphi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa laporan keuangan yang diperoleh dari tingkat pertama adalah bentuk pelaporan terbaik. Akan tetapi, pemahaman institusi wakaf terhadap standar akuntansi wakaf terbaru yang akan diberlakukan pada tahun 2021 masih sangat kurang. Ini menyebabkan institusi wakaf mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang berkualitas baik. Pengembangan pedoman pelaporan yang komprehensif dan mudah dipahami diperlukan untuk membantu institusi wakaf. Hal ini perlu disertai layanan bantuan yang dapat diakses setiap saat. Pendidikan berkelanjutan dan sertifikasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan keahlian sumber daya manusia di institusi wakaf terkait manajemen wakaf dan pelaporan akuntabilitas.Kata kunci: Akuntabilitas Wakaf; Pelaporan Wakaf; Nazhir; ANP; Metode Delphi
  • Can the Implementation of Sharia Banks’ Roadmap Increase Their Performance? (Evidence from Indonesia 2012-2017)

    Hendrawan, Riko (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. The purpose of this research is to compare the efficiency of 11 Sharia Banks in Indonesia and its impact on their performance. This study relies on the quarterly data from 2012-2017 and applied Data Envelopment Analysis to measure their performance. The result of the T-test shows that the P-value for two tail = 0.706. So based on this trend the P-value is greater than α = 0.05 (P-value> α). In the condition of P-value> α, H1 is rejected, meaning that there is no change in the value of efficiency between the period 2012-2014 and the period 2015-2017. This research shows that the efficiency of Islamic banking has not occurred during the implementation of the 2012-2017 Indonesian Sharia Banking Roadmap. Furthermore, the highest efficiency value during the period before implementation was 0.92 with an average efficiency value of 0.57. This means that during this period there was room to increase efficiency by 0.35. Meanwhile the period after implementing the highest efficiency value was 0.87 with an average efficiency value of 0.59. This means that during this period there was room to increase efficiency by 0.28. This means that during the 2012-2017 period, there was no significant difference in efficiency levels during the 2012-2014 period (before the implementation) and the 2015-2017 period (after the implementation of the Islamic banking road map). Keywords: DEA, Efficiency, Sharia Bank Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efisiensi dari 11 Bank Syariah di Indonesia dan dampaknya terhadap kinerja bank tersebut. Penelitian ini menggunakan data setiap kuartal selama tahun 2012 hingga tahun 2017 dan menggunakan Data Envelopment Analysis untuk mengukur kinerja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa selama implementasi Roadmap, perbankan syariah belum menunjukan kenaikan efisiensi. Sementara itu, sebelum implementasi tersebut, nilai efisiensi tertinggi perbankan syariah sebesar 0,92, sedangkan rata-rata nilai efisiensinya sebesar 0,57. Ini berarti bahwa ada ruang untuk meningkatkan level efisiensi sebesar 0,35. Sedangkan pada periode implementasi, nilai efisiensi tertingi perbankan syariah sebesar 0,87, dan ratarata nilai efisiensinya sebesar 0,59. Ini berarti ada ruang untuk meningkatkan level efisiensi sebesar 0,28. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa, secara keseluruhan periode tahun 2012 hingga tahun 2017, hasil t-test menunjukan nilai P-value for two tail = 0.706. Ini berarti P-value> α, dan menolak H1, sehingga tidak terdapat perbedaan level efisiensi selama periode 2012-2014 (sebelum implementasi) dan periode 2015 – 2017 (setelah implementasi) Kata kunci: DEA, Efisiensi, Bank Syariah
  • Gold Currency Model in Aceh

    Universitas Islam sultan Agung Semarang - UNISSULA; Kadri, Bedjo Santoso (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. Complementary currency has been a trending issue. This is because the complementary currency can reduce people’s dependency on the government in serving the currency as a medium of exchange. However, many studies neglected the role of idle gold. Aceh is one province of Indonesia that reserves the right of special autonomy to implement Sharia. Aceh, being renowned for its fertility in the cultivation of some agricultural products such as coffee, tobacco, and palm oil, has become a strategic trade center. Aceh is also equally rich in gold mines, with the approximate result of five tons a year. This research attempts to design a model of complementary currency based on physical gold in Aceh. This study uses unstructured interviews with scholars, leaders, business people, and the government. The result reveals that stakeholders agree with the gold complementary currency, support and willing to recommend it. Besides, this model is believed to be beneficial. However, the most challenging factor is the support from the government which is essential to develop this gold currency model.Keywords: Complementary Currency, Aceh Economy, Gold-Based Money, Islamic Currency. Abstrak. Mata uang komplementer (complementary currency) menjadi isu yang masih terus menjadi pembahasan. Hal ini karena mata uang komplementer dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah dalam melayani kebutuhan mata uang sebagai media pertukaran. Mata uang komplementer, termasuk yang berbasis emas, dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap krisis moneter. Namun demikian, kajian tentang hal ini masih jarang, terutama tentang peranan emas yang menganggur (idle gold). Aceh merupakan satu provinsi di Indonesia yang memiliki hak otonomi khusus untuk menerapkan syariat Islam. Penelitian ini mencoba merekomendasikan model mata uang komplementer berdasarkan emas, untuk diimplementasikan di Aceh. Penelitian dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur dengan stakeholders dari ulama, pemimpin masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa stakeholders setuju, mendukung, dan merekomendasikan penggunaan mata uang komplementer di Aceh. Selain itu, model ini dipercaya dapat bermanfaat bagi perekonomian, kehidupan sosial, dan penerapan nilai Islam serta persaidaraan. Namun demikian, tantangan yang paling utama adalah dukungan pemerintah dan keterlibatannya dalam pengembangan dan implementasi model ini.Kata kunci: Complementary Currency, Aceh Economy, Gold-Based Money, Islamic Currency
  • The Value of Customer Loyalty and Satisfaction in Antam’s Precious Metal Products (A Kano Model Analysis)

    Rahmawati, Nur (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. This researcher aims to map and analyze the customer loyalty and satisfaction of Antam's Precious Metal (LM) products through four categories of the Kano model. These include one dimensional or performance needs, must be or basic needs, attractive or excitement needs, and indifferent needs. This is a qualitative research with data obtained from interviews, observation and documentation. The study shows that the value of customer loyalty and satisfaction in Precious Metal products, referring to the Kano model analysis, is included in the one-dimensional or performance requirements. Here, the level of satisfaction is directly proportional to the performance attributes. This means that the performance attributes can affect the level of customer satisfaction. Pure Gold, as an Antam’s Precious Metal products, is not considered as must-be or basic needs. It is regarded as attractive or excitement needs due to the rapid development of PT. Antam which is strongly influenced by the quality and development of its product attributes, especially the precious metal products. This study proposes the formation of classification of customer satisfaction using the Kano model and customer loyalty so that it provides benefits in terms of the classification of customer satisfaction.Keywords: Loyalty, Satisfaction, Customer, Antam and Kano Model Analysis Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis loyalitas dan kepuasan konsumen produk Logam Mulia (LM) Antam melalui empat kategori model Kano yaitu: one dimensional atau performance needs, must be atau basic needs, atractive atau excitement needs, dan Indifferent. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai loyalitas dan kepuaan konsumen pada LM Antam, perspektif model Kano, masuk pada kategori one dimensional atau performance needs. Ini berarti tingkat kepuasan berbanding lurus dengan kinerja atribut, sehingga berdampak pada tingginya kepuasan konsumen. Sedangkan emas LM Antam tidak masuk kategori must be atau basic needs, atractive atau excitement needs, dan Indifferent karena perkembangan pesat PT. Antam saat ini sangat dipengaruhi oleh kualitas dan perkembangan Atribut produk, khususnya pada LM Antam. Hasil penelitian tersebut berimplikasi pada terbentuknya klasifikasi kepuasan konsumen dengan menggunakan model Kano dan loyalitas konsumen. Hal ini memberikan manfaat dalam hal klasifikasi kepuasan konsumen.Kata kunci: Loyalitas, Kepuasan, Konsumen, Antam dan Model Kano
  • Analysis of the Decision of Muslim Investors in Sharia Mutual Funds Investing with Maqasid Al-Sharia Approaches

    Ibrahim, Mohamad Andri (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. This study is a quantitative survey research, namely statistical test data analysis in the form of multiple linear regression with purposive sampling. The data collection method was by distributing questionnaires to 200 participants of the Bareksa Fund Academy training. The results show that the decision of Muslim investors in investing in Islamic mutual funds is influenced by the maqasid sharia principle approach. Meanwhile, the result of F count is significant at 49,141, meaning that, overall, there is an influence of the factors of the maqasid sharia approach on investment decisions (value). This also implies that there is a significant influence of the variables of maintaining religion, soul, sense, and treasure on the investment decisions. Meanwhile, the variable maintaining offspring does not show any effect, because the probability is 0.961> 0.05. Keywords: Investment, Islamic Mutual Funds, Islamic Maqasid Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dengan pendekatan maqashid syariah. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh dan faktor dominan dari pendekatan maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan) terhadap keputusan (nilai) investasi. Survey kuantitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian, yaitu dengan analisis data uji statistik berupa regresi linear berganda dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada para peserta pelatihan Bareksa Fund Academy, sebanyak 200 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dipengaruhi oleh pendekatan prinsip maqashid syariah. Sedangkan, hasil F hitung signifikan sebesar 49,141 artinya, secara keseluruhan terdapat pengaruh pada faktorfaktor pendekatan maqashid syariah terhadap keputusan (nilai) investasi. Ini berarti juga terdapat pengaruh pada variabel menjaga agama, jiwa, akal, dan harta secara signifikan terhadap keputusan investasi tersebut. Namun demikian, variabel menjaga keturunan tidak berpengaruh karena probabilitas 0,961>0,05. Kata kunci: Investasi, Reksadana Syariah, Maqashid Syariah
  • Islamic Social Reporting and Halal Business Performance

    Budiandru, Budiandru (Faculty of Shariah and Law, 2020-12-31)
    Abstract. Islamic social reporting (ISR) is used to assess a company's social performance based on Islamic principles. Islamic social performance reports will influence investors' decisions in investing. This research is to analyze factors influencing the Islamic Corporate Social Responsibility report. Data is obtained from the annual reports of 44 companies in the halal industry sector from 2013-2018, and analyzed using the Random Effect Model (REM) method. In this research, interest on debt-based Sharia Screening (SS) is divided by total assets with a maximum tolerance of 45 percent; the companies’ net-based Profitability (PRV) is divided by the total assets (ROA), and total debt-based leverage (LEV) is divided by equity (DER). The result is that Sharia Screening, Profitability, and Leverage affect ISR reporting. Increasing sharia screening and leverage will decrease ISR reporting, while increasing profitability will increase ISR reporting. Thus, the increase and decrease in this variable affect the companies’ decision to report the ISR. Therefore, companies must improve their financial performance to improve corporate social responsibility disclosure quality, which is very important for stakeholders in investing. Keywords: Islamic Social Reporting, Random Effect Model, Sharia Screening, Profitability, Leverage Abstrak. Pelaporan sosial Islam digunakan untuk menilai kinerja sosial perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Laporan kinerja sosial Islam akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laporan sosial Islam dengan menggunakan 44 perusahaan sektor industri halal, data tahunan tahun 2013-2018, dan menggunakan metode random effect model (REM). Syariah Screening (SS) berbasis pada hutang bunga dibagi total aset dengan toleransi maksimal 45 persen, Profitabilitas (PRV) berbasis pada laba bersih perusahaan dibagi total aset (ROA), dan leverage (LEV) berbasis pada total hutang dibagi ekuitas (DER). Hasilnya adalah syariah screening, profitabilitas, dan leverage mempengaruhi pelaporan sosial Islam. Peningkatan syariah screening dan leverage akan menurunkan pelaporan ISR, sedangkan peningkatan profitabilitas akan meningkatkan pelaporan ISR. Dengan demikian kenaikan dan penurunan variabel ini mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melaporkan ISR. Oleh karena itu, perusahaan harus meningkatkan kinerja keuangannya untuk meningkatkan kualitas pelaporan sosial Islam yang sangat penting bagi stakeholders dalam berinvestasi. Kata kunci: Pelaporan Sosial Islam, Random Effect Model, Syaria Screening, Profitabilitas, Leverage
  • Consumer Behaviour on The Perspective of Halal Food in Suzuya Superstore Medan

    Harahap, Nur’ain; Nasution, M. Yasir; Tarigan, Azhari Akmal (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This paper aims at understanding costumers’ behavior and subjective norms in consuming halal food at Suzuya Superstore, Medan. This is quantitative research, with 50 respondents consisting of Suzuya Superstore Medan costumers. They were chosen through an accidental sampling approach. Partially, this research shows that the variable of behavior (X1) and subjective norms (X2) positively influence the behavior (X1), where the value t count >t table (5.828 > 1,677) with the significant level of 0,000 <0,05. This means that (X1) significantly influence on the consumers’ perspectives on halal products (Y) at Suzuya Superstore Medan. Subjective Norms (X2) has a value of t count >t table (4,495 > 1,677) with the significant level of 0,000<0,05. This means that the subjective norm (X2) significantly influences the consumers’ perspectives on halal products at Suzuya Superstore Medan. In conclusion, behaviors and subjective norms simultaneously influence the halal product consumption behavior among the costumers of Suzuya Superstore Medan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sikap dan norma subjektif konsumen dalam mengkonsumsi makanan halal terhadap produk halal di Suzuya Superstore Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 50 responden yaitu konsumen Suzuya Superstore Medan diambil secara Accindental sampling yaitu sampel secara kebetulan bertemu. Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap (X1) dan norma subjektif (X2) berpengaruh positif sikap (X1) dimana memiliki nilai t hitung >t tabel (5.828 > 1,677) dengan tingkat signifikan 0,000 <0,05, artinya sikap (X1) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal (Y) di Suzuya Superstore Medan. Norma subjektif (X2) memiliki nilai t hitung >t tabel (4,495 > 1,677) dengan tingkat signifikan 0,000<0,05, artinya norma subjektif (X2) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal di Suzuya Superstore Medan. Secara Simultan, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung > F tabel (53,372>3,20) dan nilai signifikan 0,000<0,05. Kriteria Fhitung>Ftabel dan signifikan <0,05. Maka Ha diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap dan norma subjektif secara simultan terhadap perilaku konsumen produk halal di Suzuya Superstore Medan. Berdasarkan nilai R Square sebesar 0,694 atau sama dengan 69,4%. Berarti model analisis yang digunakan mampu menjelaskan Sikap dan Norma subjektif terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal sebesar 69,4% sedangkan sisanya 30,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
  • Islamic Corporate Governance And Sharia Compliance On Financial Performance Sharia Bank In Indonesia

    Umiyati, Umiyati; Maisyarah, Laila; Kamal, Mustafa (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This study aims to reveal the influence of Islamic Corporate Governance (ICG) and Sharia Compliance on Financial Performance of Islamic Banks in Indonesia. Independent variables used are Islamic Corporate Governance (ICG) and Sharia Compliance with Islamic Income Ratio (IsIR), Profit Sharing Ratio (PSR) and Zakat Performing Ratio (ZPR) as the proxy. In contrast, the dependent variable used is Financial Performance with Return On Asset as the proxy. The population in this study is all Islamic Banks (BUS), registered in Bank Indonesia from 2014 to 2018. The sample was selected using a purposive sampling method. Total samples used in this study are 8 Islamic Banks with 5-year study periods. The analytical method used is data panel regression with the help of e-views 9.0. The result of this study indicates that the Islamic Corporate Governance (ICG) and Zakat Performing Ratio (ZPR) have significant effects on Islamic Banks Financial Performance. At the same time, Islamic Income Ratio (IsIR) and Profit Sharing Ratio (PSR) did not affect Islamic Banks Financial Performance.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Islamic Corporate Governance dan Sharia Compliance terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Variabel independen pada penelitian ini adalah Islamic Corporate Governance (ICG), dan Sharia Compliance dengan indikator Islamic Income Ratio (IsIR), Profit Sharing Ratio (PSR) dan Zakat Performing Ratio (ZPR), sedangkan variabel dependen adalah Kinerja Keuangan dengan indikator Return On Asset (ROA). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2014-2018. Sampel dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 BUS dengan 5 tahun periode penelitian. Metode analisis yang digunakan ialah metode regresi data panel, dengan alat analisis e-views 9.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Islamic Corporate Governance (ICG) dan Zakat Performing Ratio (ZPR) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah. Sedangkan Islamic Income Ratio (IsIR) dan Profit Sharing Ratio (PSR) tidak mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah.
  • Strategies for Strengthening Halal Industries towards Integrated Islamic Economic System in Indonesia: Analytical Network Process Approach

    Pusat Penelitian dan Penerbitan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.; Amalia, Euis; Hidayah, Nur (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    The halal economy has become a crucial issue in the context of the development of the global Sharia economy. The halal economy is a holistic concept and integral to Sharia values. One of the problems facing the halal economy is the absence of an integrated system between the halal industries and Islamic finance in Indonesia. This research aims to investigate the problems contributing to the divergence of the halal industries from Islamic finance in Indonesia and find solutions in the form of strategic priorities. Data obtained through in-depth interviews and focused discussions with ten experts. It reveals that the main problems are regulation, human resources, institutional building, services and information technology (IT), sharia issues and public awareness. By using the analytical network process (ANP) approach, it finds that the rater agreement value of W = 0.5514, meaning that 55.14% of respondents agree the problems are, based on the order of priority, regulations (17.4%), services and IT (17.0%), institutional building (16.6%), human resources (16.4%), Sharia Issues (16.4%) and public awareness (16.3%). As for alternative priority strategies, the rater agreement shows the value of W = 0.5754, meaning that 57.54% of respondents agree the three main alternative strategies for building the integrated halal industries in Indonesia, namely, strengthening regulations and policies (13.8%), building halal lifestyle (13.3 %) and strengthening human resource capacity (12.7%). It concludes that the regulatory and policy aspects rank first and foremost priority for the development of an integrated Sharia economic system. All stakeholders need to strengthen regulatory and policy aspects so that they are responsive for the development of the halal industries in Indonesia to be able to compete at the national and global levels. Ekonomi halal telah menjadi isu yang sangat krusial dalam konteks perkembangan ekonomi Syariah global. Ekonomi halal merupakan sebuah konsep yang holistik dan integral dengan nilai-nilai Syariah. Problem terbesarnya adalah belum adanya suatu sistem terintegrasi antara industri halal dengan lembaga keuangan Syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan investigasi terhadap permasalahan yang menyebabkan munculnya divergensi industri halal dari keuangan syariah di Indonesia, memetakan permasalahan sehingga dapat diurutkan berdasarkan skala prioritas, serta menemukan solusi berupa alternatif strategis prioritas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi terfokus (FGD) dengan sejumlah ahli terdiri dari regulator, ulama, akademisi, dan pelaku bisnis syariah berdasarkan kriteria utama yaitu: regulasi, sumber daya manusia, institutional building, layanan dan teknologi informasi (IT), isu syariah dan public awareness. Dengan menggunakan pendekatan analytical network prosess (ANP), ditemukan aspek kriteria di atas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5514, yang berarti 55.14% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya adalah regulasi (17.4%), layanan dan IT (17.0%), institutional building (16.6%), sumber daya manusia (16.4%) dan Isu syariah (16.4%) serta Public awareness (16.3%). Dari setiap kriteria tersebut selanjutnya dapat diidentifikasi urutan sub kriteria masing-masing. Adapun untuk alternatif strategi prioritas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5754, yang berarti 57.54% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya, tiga alternatif strategi utama untuk membangun industri halal di Indonesia adalah penguatan regulasi dan kebijakan (13.8%), buiding halal lifestyle (13.3%) dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (12.7%). Kesimpulan akhir penelitian menunjukkan bahwa aspek regulasi dan kebijakan menduduki urutan prioritas pertama dan terpenting untuk pembanguan sistem ekonomi syarah yang terintegrasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya adanya perhatian yang serius dari para stakeholder untuk penguatan aspek regulasi dan kebijakan agar responsif terhadap kebutuhan pengembangan industri halal di Inonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
  • Understanding Sharia Compliance According To Indonesian Muslim Entrepreneurs And Business People

    Ika Yunia Fauzia, STIE Perbanas Surabaya; Fauzia, Ika Yunia; Lestari, Wiwik; Suryani, Tatik (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This research aims at understanding the concept of Sharia compliance, according to Muslim business people and entrepreneurs. These people, over the years, believe that their business is in full conformity with Sharia. Using a qualitative approach coupled with an ethnographic analysis, this research finds that their business is in line with Sharia in terms of its meanings, forms, functions, benefits and values. This study also finds that there are similarities between one respondent to others with regard to the underlying meaning of Shariah compliance. However, they have different understanding concerning the meaning of usury and interest in conventional banking.Penelitian ini bertujuan melihat pemaknaan kesesuaian dengan syariah (shariah compliance) menurut para pebisnis dan wirausahawan Muslim. Kelompok ini, selama bertahun-tahun, meyakini bahwa usaha yang mereka jalankan sudah sesuai dengan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa para bisnis yang dijalankan oleh responden berkesesuaian dengan syariah dalam hal makna, bentuk, fungsi, manfaat, dan nilai. Ditemukan juga bahwa ada kesamaan pemahaman antara satu responden dengan yang lain terkait dengan pemaknaan shariah compliance. Meskipun demikian, ada perbedaan dalam memahami hukum tentang riba dan bunga pada bank konvensional.
  • Do Social Role-Based Strategies Matter For Gen-Y Customers? The Case Of Indonesian Islamic Banks

    Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS); Swastika, Putri (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    Since its establishment, Islamic banks (IBs) have been perceived to be more society-oriented than its counterpart. IBs are expected to engage with their customers in a higher ethical norm; involve in philanthropic activities, and give a significant impact on society. Such conceptions become customers’ bold line in distinguishing IBs and conventional banks. As one of the most important customers, understanding Generation-Y’s behavior is imperative in achieving and maintaining the sustainability of IBs. This includes whether the on-going conceptions are still relevant for this segment. The findings of this research demonstrate that Gen-Y consumers pay more attention to relationship satisfaction than trust and identification factors. Such relationship satisfaction is influenced by commercial performance, followed by ethical behavior and relational outcomes. Thus, the results suggest some key strategics for IBs maintaining loyalty of Gen-Y customers.Semenjak kemunculannya, Perbankan Syariah (IB) dianggap lebih berorientasi kepada masyarakat (berperan sosial) ketimbang Perbankan Konvensional. IB diharapkan untuk berperilaku lebih etis, lebih dermawan, dan lebih peduli terhadap dampak kegiatan mereka ke masyarakat. Prinsip ini menjadi pembeda antara kegiatan IB dan bank konvensional. Sebagai salah satu kelompok nasabah paling penting, memahami perilaku nasabah Generasi Y menjadi keharusan untuk keberlangsungan bisnis perbankan. Penelitian ini menganalisis apakah prinsip peranan sosial ini masih penting bagi segmen Gen-Y. Penelitian ini menemukan bahwa nasabah Gen-Y lebih peduli kepada kepuasan hubungan ketimbang faktor kepercayaan dan identifikasi. Kepuasan hubungan dipengaruhi oleh kinerja komersial, diikuti oleh perilaku etis dan nilai hubungan. Dengan begitu, ada beberapa hal yang direkomendasikan dalam penelitian ini untuk menjadi strategi kunci bagi IB untuk menjaga loyalitas nasabah Gen-Y.
  • Consumer Behaviour of Halal Products: The Case of Suzuya Superstore Medan

    Harahap, Nur’ain; Nasution, M. Yasir; Tarigan, Azhari Akmal (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This paper aims at understanding costumers’ behavior and subjective norms in consuming halal food at Suzuya Superstore, Medan. This is quantitative research, with 50 respondents consisting of Suzuya Superstore Medan costumers. They were chosen through an accidental sampling approach. Partially, this research shows that the variable of behavior (X1) and subjective norms (X2) positively influence the behavior (X1), where the value t count >t table (5.828 > 1,677) with the significant level of 0,000 <0,05. This means that (X1) significantly influence on the consumers’ perspectives on halal products (Y) at Suzuya Superstore Medan. Subjective Norms (X2) has a value of t count >t table (4,495 > 1,677) with the significant level of 0,000<0,05. This means that the subjective norm (X2) significantly influences the consumers’ perspectives on halal products at Suzuya Superstore Medan. In conclusion, behaviors and subjective norms simultaneously influence the halal product consumption behavior among the costumers of Suzuya Superstore Medan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sikap dan norma subjektif konsumen dalam mengkonsumsi makanan halal terhadap produk halal di Suzuya Superstore Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampel 50 responden yaitu konsumen Suzuya Superstore Medan diambil secara Accindental sampling yaitu sampel secara kebetulan bertemu. Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap (X1) dan norma subjektif (X2) berpengaruh positif sikap (X1) dimana memiliki nilai t hitung >t tabel (5.828 > 1,677) dengan tingkat signifikan 0,000 <0,05, artinya sikap (X1) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal (Y) di Suzuya Superstore Medan. Normasubjektif (X2) memiliki nilai t hitung >t tabel (4,495 > 1,677) dengan tingkat signifikan 0,000<0,05, artinya normasubjektif (X2) berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal di Suzuya Superstore Medan. Secara Simultan, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung > F tabel (53,372>3,20) dan nilai signifikan 0,000<0,05. Kriteria Fhitung>Ftabel dan signifikan <0,05. Maka Ha diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap dan normasubjektif secara simultan terhadap perilaku konsumen produk halal di Suzuya Superstore Medan. Berdasarkan nilai R Square sebesar 0,694 atau sama dengan 69,4%. Berarti model analisis yang digunakan mampu menjelaskan Sikap dan Normasubjektif terhadap perilaku konsumen perspektif produk halal sebesar 69,4% sedangkan sisanya 30,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
  • Islamic Corporate Governance And Sharia Compliance On Financial Performance Sharia Banks In Indonesia

    Umiyati, Umiyati; Maisyarah, Laila; Kamal, Mustafa (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This study aims to reveal the influence of Islamic Corporate Governance (ICG) and Sharia Compliance on Financial Performance of Islamic Banks in Indonesia. Independent variables used are Islamic Corporate Governance (ICG) and Sharia Compliance with Islamic Income Ratio (IsIR), Profit Sharing Ratio (PSR) and Zakat Performing Ratio (ZPR) as the proxy. In contrast, the dependent variable used is Financial Performance with Return On Asset as the proxy. The population in this study is all Islamic Banks (BUS), registered in Bank Indonesia from 2014 to 2018. The sample was selected using a purposive sampling method. Total samples used in this study are 8 Islamic Banks with 5-year study periods. The analytical method used is data panel regression with the help of e-views 9.0. The result of this study indicates that the Islamic Corporate Governance (ICG) and Zakat Performing Ratio (ZPR) have significant effects on Islamic Banks Financial Performance. At the same time, Islamic Income Ratio (IsIR) and Profit Sharing Ratio (PSR) did not affect Islamic Banks Financial Performance.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Islamic Corporate Governance dan Sharia Compliance terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Variabel independen pada penelitian ini adalah Islamic Corporate Governance (ICG), dan Sharia Compliance dengan indikator Islamic Income Ratio (IsIR), Profit Sharing Ratio (PSR) dan Zakat Performing Ratio (ZPR), sedangkan variabel dependen adalah Kinerja Keuangan dengan indikator Return On Asset (ROA). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2014-2018. Sampel dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 BUS dengan 5 tahun periode penelitian. Metode analisis yang digunakan ialah metode regresi data panel, dengan alat analisis e-views 9.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Islamic Corporate Governance (ICG) dan Zakat Performing Ratio (ZPR) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah. Sedangkan Islamic Income Ratio (IsIR) dan Profit Sharing Ratio (PSR) tidak mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah.
  • Revitalization of Fintech Era 4.0 in the Development of Islamic Microfinance Institutions (IMFs)

    Aji, Ahmad Mukri; Harisah, Harisah; Mukri, Syarifah Gustiawati (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    In the current 4.0 era, the number of Islamic microfinance institutions (IMFs), especially sharia Cooperatives and Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) has increased significantly, with a variety of product and service innovations. This development needs to be supported by a better system so that these financial institutions can provide satisfactory services to the users. One of the users' satisfaction is influenced by the adoption of financial technology (fintech) by the IMFs. Therefore, there is a need to study fintech revitalization and its implementation at IMF, such as Aulia Software Indonesia. This research finds that PT. Mitra Aulia Indonesia has developed Aulia Software to be used by Islamic cooperatives and BMTs. Among the innovations made are BMT software, cooperative savings and loan software, sharia cooperative software, savings and loan mobile applications, CoopLink Android application, mobile phone credit reload & PPOB CoopLink, CoopLink EDC machines, ATM cards, and ATMs. From 2003 to 2019, Aulia Software Indonesia users reached 1,221 users.Pada era 4.0 saat ini, jumlah lembaga keuangan mikro syariah, khususnya Koperasi Syariah dan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) meningkat, dengan berbagai inovasi produk dan pelayanan. Perkembangan ini perlu didukung dengan sistem yang mewadahi, sehingga perkembangannya bisa memberikan kepuasan pada para pengguna. Kepuasan para pengguna salah satunya dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi finansial (fintech) oleh lembaga keuangan makro syariah tersebut. Dari itu, penelitian terhadap revitalisasi fintech dan pemanfaatannya oleh lembaga keuangan syariah mikro menjadi penting. Salah satunya adalah Produk Aulia Software Indonesia yang dikembangkan oleh PT Mitra Aulia Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa produk yang tersebut telah berkesuaian dengan syariah dan kebutuhan era 4.0. Beberapa produk yang dikembangkan yaitu perangkat lunak BMT, perangkat lunak koperasi syariah simpan pinjam, perangkat lunak koperasi syariah, aplikasi simpan pinjam ponsel, aplikasi Android CoopLink, Jual pulsa CoopLink dan PPOB, Mesin EDC CoopLink, kartu Atm, dan mesin ATM. Dari tahun 2003 hingga 2019, pengguna Aulia Sofware Indonesia sudah mencapai 1.221 pengguna.
  • Strategies for Strengthening Halal Industries towards Integrated Islamic Economic System: Analytical Network Process Approach

    Pusat Penelitian dan Penerbitan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.; Amalia, Euis; Hidayah, Nur (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    The halal economy has become a crucial issue in the context of the development of the global Sharia economy. The halal economy is a holistic concept and should be comply to Sharia values. One of the problems facing the halal economy is the absence of an integrated system between the halal industry and Islamic finance in Indonesia. This research aims to investigate the issues contributing to the divergence of the halal industries from Islamic finance in Indonesia and find solutions in the form of strategic priorities. Data obtained through in-depth interviews and focused discussions with ten experts. It reveals that the main factors contributing to such divergence are regulation, human resources, institutional building, services and information technology (IT), sharia issues and public awareness. By using the analytical network process (ANP) approach, this study found that the rater agreement value of W = 0.5514. This means that 55.14% of respondents agree the factors are, based on the order of priority, related to regulations (17.4%), services and IT (17.0%), institutional building (16.6%), human resources (16.4%), Sharia Issues (16.4%) and public awareness (16.3%). As for alternative priority strategies, the rater agreement shows the value of W = 0.5754. This means that 57.54% of respondents agree the three main alternative strategies for building the integrated halal industries in Indonesia, namely, strengthening regulations and policies (13.8%), building halal lifestyle (13.3 %) and strengthening human resource capacity (12.7%). It concludes that the regulatory and policy aspects rank first and foremost priority for the development of an integrated shari’ah economic system. All stakeholders need to strengthen regulatory and policy aspects so that they are responsive for the development of the halal industries in Indonesia to be able to compete at the national and global levels. Saat ini, ekonomi halal telah menjadi isu yang sangat krusial dalam konteks perkembangan ekonomi Syariah global. Ekonomi halal merupakan sebuah konsep yang holistik dan integral dengan nilai-nilai Syariah. Problem terbesarnya adalah belum adanya suatu sistem terintegrasi antara industri halal dengan lembaga keuangan Syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan investigasi terhadap permasalahan yang menyebabkan munculnya divergensi industri halal dari keuangan syariah di Indonesia, memetakan permasalahan sehingga dapat diurutkan berdasarkan skala prioritas, serta menemukan solusi berupa alternatif strategis prioritas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi terfokus (FGD) dengan sejumlah ahli terdiri dari regulator, ulama, akademisi, dan pelaku bisnis syariah berdasarkan kriteria utama yaitu: regulasi, sumber daya manusia, institutional building, layanan dan teknologi informasi (IT), isu syariah dan public awareness. Dengan menggunakan pendekatan analytical network prosess (ANP), ditemukan aspek kriteria di atas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5514, yang berarti 55.14% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya adalah regulasi (17.4%), layanan dan IT (17.0%), institutional building (16.6%), sumber daya manusia (16.4%) dan Isu syariah (16.4%) serta Public awareness (16.3%). Dari setiap kriteria tersebut selanjutnya dapat diidentifikasi urutan sub kriteria masing-masing. Adapun untuk alternatif strategi prioritas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5754, yang berarti 57.54% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya, tiga alternatif strategi utama untuk membangun industri halal di Indonesia adalah penguatan regulasi dan kebijakan (13.8%), buiding halal lifestyle (13.3%) dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (12.7%). Kesimpulan akhir penelitian menunjukkan bahwa aspek regulasi dan kebijakan menduduki urutan prioritas pertama dan terpenting untuk pembanguan sistem ekonomi syarah yang terintegrasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya adanya perhatian yang serius dari para stakeholder untuk penguatan aspek regulasi dan kebijakan agar responsif terhadap kebutuhan pengembangan industri halal di Inonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
  • Efficiency And Stability Of Islamic Banking In ASEAN

    Rodoni, Ahmad; Medina, Aisyah Raisa; Yaman, Bahrul; Sopyan, Sopyan (Faculty of Shariah and Law, 2020-06-30)
    This study aims to analyze the efficiency and stability level of Islamic Banking in ASEAN. This study also examins differences in the level of efficiency and stability. Samples used in this study are seven Islamic Banks in five countries in the ASEAN region in 2013-2017. The method used to measure efficiency is Stochastic Frontier Analysis (SFA), while Z-Score is used to measure stability. Tests carried out in this study were hypothesis testing with Binomial Test and Kruskal-Wallis Test. The results indicate that the average efficiency value as a whole is equal to 0,986503. Binomial Test proving that Islamic Banking in ASEAN is efficient and stable. Meanwhile, the average stability value as a whole is 5.21. Furthermore, for the Kruskal-Wallis difference test, it proves that there is no significant difference between the levels of efficiency of Islamic Banking in ASEAN. In contrast, for stability, there is a considerable difference level.Studi ini menanalisis tingkat efisiensi dan stabilitas perbankan syariah di ASEAN. Selain itu, studi ini juga menganalisis perbedaan tingkat efisiensi dan tabilitas. Studi menggunakan sampel 7 bank syariah di 5 negara ASEAN pada periode 2013-2017. Metode yang digunakan untuk mengukur efisiensi adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA), sementara untuk stabilitas menggunakan Z-Score. Pengujian yang dilakukan pada studi ini ialah pengujian hipotesis dengan Binomial Test dan Kruskal-Wallis Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai efisiensi keseluruhan sebesar 0,986503. Binomial Test membuktikan bahwa perbankan syariah di ASEAN efisien dan stabil, sementara itu, nilai rata-rata stabilitas keseluruhan sebesar 5.21. Selanjutnya, untuk uji difference Kruskal-Wallis, mebuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat efisiensi perbankan syariah di ASEAN, sedangkan untuk stabilitas terdapat perbedaan yang signifikan.

View more