Show simple item record

dc.contributor.authorYusuf, Sri Dewi
dc.date.accessioned2019-09-23T13:34:04Z
dc.date.available2019-09-23T13:34:04Z
dc.date.created2017-06-14 23:03
dc.date.issued2017-06-12
dc.identifieroai:ojs2.journal.iaingorontalo.ac.id:article/55
dc.identifierhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/55
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/20.500.12424/39936
dc.description.abstractThis article explains the concept of wages in Islamic perspective. In fact, most workers are not rewarded as equally as their achievement. This can trigger a conflict between workers and employers. By contrast, most entrepreneurs faced with unstable economic conditions. In that position, the workers often become victims of the employers to accept wages that are not feasible. This condition causes the peak the workers go to street for demonstration or strike. The role of government; therefore, is needed in setting minimum wage standards. Injustice can cause confusion for workers and strike. Its impact can affect economic sectors. For these reasons, Islam offers a solution to the problem of wages and the interests of both parties without violating the rights of both.
dc.description.abstractArtikel ini menjelaskan konsep upah dalam perspektif Islam. Kenyataanya dalam dunia kerja buruh mendapat imbalan tidak sesuai dengan tenaga yang telah disumbangkanya. Hal ini yang memicu konflik antara pekerja dan pihak pengusaha.  Disisi lain pihak pengusaha dihadapkan pada kondisi perekonomian yang belum stabil. Dalam posisi seperti itu, seringkali para pekerja menjadi korban para pengusaha untuk menerima upah yang tidak layak. Puncaknya kondisi ini menyebabkan para buruh melakukan ujuk rasa atau pemogokan. Peran pemerintah sangat diperlukan dalam menetapkan standar upah minimum. Ketidakadilan bagi pekerja dapat menimbulkan kekacauan dan aksi pemogokan. Dampaknya bias sangat merugikan bagi perekonomian. Untuk itu Islam menawarkan penyelesaian atas masalah upah dan menyelamatkan kepentingan kedua belah pihak tampa melanggar hak-hak dari keduanya.
dc.format.mediumapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
dc.relation.ispartofhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/55/35
dc.rightsCopyright (c) 2017 Al-Ulum
dc.sourceAl-Ulum; Vol 10 No 2 (2010): Al-Ulum; 309-324
dc.titleKonsep Penentuan Upah dalam Ekonomi Islam
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
ge.collectioncode1412-0534
ge.dataimportlabelOAI metadata object
ge.identifier.legacyglobethics:10942736
ge.identifier.permalinkhttps://www.globethics.net/gtl/10942736
ge.lastmodificationdate2017-06-14 23:03
ge.lastmodificationuseradmin@pointsoftware.ch (import)
ge.submissions0
ge.oai.exportid148904
ge.oai.repositoryid98352
ge.oai.setnameArticles
ge.oai.setspecau:ART
ge.oai.streamid5
ge.setnameGlobeTheoLib
ge.setspecglobetheolib
ge.linkhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/55


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record