Show simple item record

dc.contributor.authorSaleh, Fauzi
dc.date.accessioned2019-09-23T13:34:07Z
dc.date.available2019-09-23T13:34:07Z
dc.date.created2017-06-28 23:05
dc.date.issued2012-12-01
dc.identifieroai:ojs2.journal.iaingorontalo.ac.id:article/105
dc.identifierhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/105
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/20.500.12424/39966
dc.description.abstractAceh that well-known as “Mecca Verandah” has produced the ulemas with the great works. Aceh’s ulema considered as the first who wrote tafseer (Quranic interpretation) ini Malay language in South East Asia. The tafseer was composed by Abdurrauf al-Singkili. There were still many tafseer books written Aceh’s ulemas need to be explored. This paper will explained several of them and their unique substance. That is important to be mentioned that the ulemas wrote the tafseers in a book, part of the books, article, even mixed with other field of knowledge. The writer will also focuses on method and type of tafseer as Aceh’s ulama works. The creativity of ulemas can be traced through their books of tafseer such “Turjumunul Mustafid, an-Nur, Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh” etc. These tafseers generally had been written based on tahlili method. Meanwhile the type of tafseer that used consisted of fiqhi, sufi and also ‘ilmi.
dc.description.abstractAceh, yang terkenal sebagai “Serambi Mekah”, melahirkan ulama-lama dengan karya besar. Ulama Aceh-lah yang dianggap sebagai yang pertama menulis buku Tafsir dalam bahasa Melayu di kawasan Asia Tenggara. Kitab Tafsir tersebut disusun oleh Abdur Rauf al-Singkili. Masih banyak buku-buku tafsir yang akan dieksplorasi. Makalah ini menjelaskan beberapa buku tafsir tersebut dan subtansi keunikan masing-masing. Penting disebutkan bahwa ulama-ulama yang menulis buku tafsir (baik dalam bentuk buku atau artikel) berbeda bidang keilmuannya. Penulis menfokuskan pada metode dan jenis tafsir karya ulama Aceh tersebut. Kreatifitas ulama-ulama itu dapat ditelusuri melalui buku-buku mereka, misalnya,“Turjumunul Mustafid, an-Nur, Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bebas Bersajak dalam Bahasa Aceh”, dan lain-lain. Buku-buku Tafsir tersebut, umumnya, ditulis berdasarkan metode “tahlili”. Dalam pada itu, jenis buku tafsir yang diungkap dalam makalah ini terdiri dari ilmu fiqih, sufistik dan keilmuan yang lain.
dc.format.mediumapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
dc.relation.ispartofhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/105/90
dc.rightsCopyright (c) 2012 Al-Ulum
dc.sourceAl-Ulum; Vol 12 No 2 (2012): Al-Ulum; 377-396
dc.titleMengungkap Keunikan Tafsir Aceh
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
ge.collectioncode1412-0534
ge.dataimportlabelOAI metadata object
ge.identifier.legacyglobethics:10952737
ge.identifier.permalinkhttps://www.globethics.net/gtl/10952737
ge.lastmodificationdate2017-06-28 23:05
ge.lastmodificationuseradmin@pointsoftware.ch (import)
ge.submissions0
ge.oai.exportid148904
ge.oai.repositoryid98352
ge.oai.setnameArticles
ge.oai.setspecau:ART
ge.oai.streamid5
ge.setnameGlobeTheoLib
ge.setspecglobetheolib
ge.linkhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/105


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record