Show simple item record

dc.contributor.authorMuqoyyidin, Andik Wahyun
dc.date.accessioned2019-09-23T13:34:11Z
dc.date.available2019-09-23T13:34:11Z
dc.date.created2017-10-28 23:03
dc.date.issued2013-12-01
dc.identifieroai:ojs2.journal.iaingorontalo.ac.id:article/198
dc.identifierhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/198
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/20.500.12424/40008
dc.description.abstractGender is one of discourses called contemporary discourse calls for the attention of many parties, the youth, among movement activists, academics and students, legislative and government, and the theologian. The purpose of this discourse is to close a social injustice based on gender differences. Furthermore, it seeks to achieve equality between men and women in the social aspects. And so far, of the discourse on gender at least can be categorized into four performance, i.e., as a movement, as a discourse of development, those social issues into religious issues, and as an approach in the study of religion. This paper discusses about the perspectives of gender equality as understood by the muslim feminists. In general, it can be mentioned that the purpose of the struggle of feminism is equality, dignity, and freedom of women in choosing and managing life and her body, both inside and outside the household.
dc.description.abstractGender merupakan satu di antara sejumlah wacana yang bisa disebut kontemporer yang cukup menyita perhatian banyak kalangan, mulai para remaja, kalangan aktivis pergerakan, akademisi dan mahasiswa, kalangan legislatif dan pemerintah, hingga para agamawan. Maksud wacana ini adalah menutup ketidakadilan sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin, selanjutnya berupaya mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan pada aspek sosialnya. Dan sampai saat ini, wacana gender setidaknya dapat kategorikan menjadi empat penampilan, yaitu sebagai suatu gerakan, sebagai diskursus kefilsafatan, perkembangan dari isu sosial ke isu keagamaan, dan sebagai pendekatan dalam studi agama. Tulisan ini akan membahas perspektif kesetaraan gender sebagaimana dipahami oleh para feminis muslim. Secara umum dapat disebutkan bahwa tujuan perjuangan feminisme adalah mencapai kesetaraan, harkat, dan kebebasan perempuan dalam memilih dan mengelola kehidupan dan tubuhnya, baik di dalam maupun di luar rumah tangga.
dc.publisherInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo
dc.rightsCopyright (c) 2013 Al-Ulum
dc.sourceAl-Ulum; Vol 13 No 2 (2013): Al-Ulum; 490 - 511
dc.titleWacana Kesetaraan Gender: Pemikiran Islam Kontemporer tentang Gerakan Feminisme Islam
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
ge.collectioncode1412-0534
ge.dataimportlabelOAI metadata object
ge.identifier.legacyglobethics:11817454
ge.identifier.permalinkhttps://www.globethics.net/gtl/11817454
ge.lastmodificationdate2017-10-28 23:03
ge.lastmodificationuseradmin@pointsoftware.ch (import)
ge.submissions0
ge.oai.exportid148904
ge.oai.repositoryid98352
ge.oai.setnameArticles
ge.oai.setspecau:ART
ge.oai.streamid5
ge.setnameGlobeTheoLib
ge.setspecglobetheolib
ge.linkhttp://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/au/article/view/198


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record