Globethics.net has launched the Islamic ethics collection in March 2012. The collection offers a new model for sharing Islamic knowledge and resources across national and cultural barriers in order to make the diversity within Islamic thought and practice more visible and documents accessible for a global community.

Recent Submissions

  • Att sätta muslimska kvinnors rättigheter på kartan : En studie av fem feministiska teoretikersperspektiv på islam och feminism

    Andersson, Karolina (Uppsala universitet, Teologiska institutionen, 2021)
    Muslim women’s rights, and gender equality in the Muslim world, are commonly discussed subjects within the academic world. Feminism, as a term, is often connected to this topic of discussion. This thesis aims to analyze two different perspectives concerning how these rights should be achieved: Islamic feminism, using internal resources, and Muslim feminism, using external resources. Islamic feminism, as a strategy, proposes that by interpreting the Quran, the ultimate revelation of God, Islam could provide the central and egalitarian meaning of the Quran. There is disagreement within the academic community whether Islamic feminism would enable these rights. Muslim feminism, as a counterpoint to Islamic feminism, proposes that the state must become secularized. Rendering Islam and the state as separate entities.    This thesis will utilize the theoretical perspective on Islam and feminism from five feministic academics. They all have different backgrounds, standpoints, and approaches towards the development of Muslim women’s rights, as well as what strategies they suggest to improve them. These strategies encounter different kinds of difficulties. The Islamic feminism, which uses the Quran, runs the risk of being too heavily associated with already established interpretations of the Quran. It may be seen as intertwined with existing fundamentalist views. On the opposite side of the spectrum, Muslim feminism may create a divide between Islam and women’s rights. This thesis aims to present the potential of different theoretical perspectives on Islam and feminism as well as the limitations on suggested strategies for improvement of Muslim women’s rights.
  • Pendidikan holistik dalam pembelajaran Al Quran Hadis di SMP alam Planet Nufo (Nurul Furqon) Rembang

    Setiartiarno, Nur Itsnaini Setianingrum (2020-03-20)
    : 1603016049
 Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses pendidikan holistik dalam pembelajaran al-Quran Hadis dan problematika yang dihadapi dalam menerapkan al-Quran Hadis di SMP Alam Planet NUFO Rembang. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru al-Quran Hadis, dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
 Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa proses pelaksanaan pendidikan holistik dalam pembelajaran al-Quran Hadis di SMP Alam Planet NUFO Rembang, sekolah ini berbeda dengan sekolah lain, baik dari lingkungan sekolah, pendidik, sarana prasarana maupun sistem pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu learning by doing, secara langsung mereka berinteraksi dengan alam. Namun, dalam menerapkan pendidikan holistik juga terdapat beberapa problem, baik dari faktor peserta didik, pendidik, sarana prasarana, lingkungan, alam, dan bahkan dana. Akan tetapi, meskipun terdapat beberapa problem, tidak melunturkan semangat belajar mereka, dari pihak sekolah selalu mengupayakan agar proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. Sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Alam NUFO juga menerapkan sistem boarding yaitu dengan mengedepankan al-Quran. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan mampu melahirkan generasi berakhlak al-Quran dengan kualitas sebagai muslim intelektual profesional dan menjadi rujukan dalam membangun terobosan baru di bidang pendidikan.
  • Pengaruh pemahaman agama dan sikap sosial keagamaan terhadap kemampuan adaptasi sosial santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang

    Azwar, Ujang (2020-06-11)
    Skripsi ini membahas tentang pengaruh pemahaman agama dan sikap sosial keagamaan terhadap kemampuan adaptasi sosial santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pemahaman agama (X1) terhadap kemampuan adaptasi sosial santri (Y); (2) pengaruh sikap sosial keagamaan (X2) terhadap kemampuan adaptasi sosial santri (Y); dan (3) pengaruh pemahaman agama (X1) dan sikap sosial keagamaan (X2) terhadap terhadap kemampuan adaptasi sosial (Y) santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang.
 Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dihitung menggunakan cara statistik inferensial, yaitu penggunaan sampel yang hasilnya kemudian digeneralisasikan ke dalam populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 santri yang diambil secara acak dari populasi (245 santri) pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes, angket dan dokumentasi. Kemudian hasil dari data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda.
 Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara pemahaman agama (X1) terhadap kemampuan adaptasi sosial (Y) santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Hal itu diterangkan oleh nilai R2 (R-Square) sebesar 0,3%, tanda positif pada koefisien regresi dan nilai Fhitung yang lebih kecil dari nilai Ftabel (Fhitung = 0,20 < Ftabel (0,05; 1,69) = 3,98); (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap sosial keagamaan (X2) terhadap kemampuan adaptasi sosial (Y) santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Hal itu diterangkan oleh nilai R2 (R-Square) sebesar 45%, tanda positif pada koefisien regresi dan nilai Fhitung yang lebih besar dari nilai Ftabel (Fhitung = 56,46 > Ftabel (0,05; 1,69) = 3,98); dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pemahaman agama (X1) dan sikap sosial keagamaan (X2) terhadap kemampuan adaptasi sosial (Y) santri pondok pesantren Daarun Najaah Jerakah Tugu Semarang. Hal itu diterangkan oleh hasil R2 (R-Square) sebesar 45%, tanda positif pada koefisien regresi dan nilai Fhitung yang lebih besar dari nilai Ftabel (Fhitung = 28,14 > Ftabel (0,05; 2,68) = 3,13).
  • Efektifitas model pembelajaran problem based learning berbasis saintific approach terhadap hasil belajar materi syukur, qona’ah, ridha dan sabar pada siswa kelas X di MANU 3 Sunan Katong Kendal

    Mulyani, Ade Ti (2020-06-17)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran problem based learning berbasis saintific approach terhadap hasil belajar materi syukur, qona’ah, ridha dan sabar pada siswa kelas x di MANU 3 Sunan Katong Kendal. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan eksperimen.
 Berdasarkan dari hasil perbedaan rata-rata hasil belajar diperoleh thitung> ttabel dengan ttabel 1.675, dan thitung 3.081, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, karena terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas Eksperimen yang menggunakan model pembelejaran Problem Based Learning berbasis Saintifik Approach dan kelas Kontrol model pembelajaran konvensional. Artinya pembelajaran model pembelejaran Problem Based Learning berbasis Saintifik Approach lebih efektif terhadap hasil belajar materi Syukur, Qona’ah, Ridha dan Sabar pada siswa kelas X di MA NU 03 Sunan Katong Kendal Tahun ajaran 2019/2020.
  • Pengaruh keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti siswa di SMAN I Bandar Batang

    Setiowati, Wiwit (2020-06-17)
    Skirpsi ini membahas Pengaruh Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Keagamaan terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa di SMA N 1 Bandar Batang. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana tingkat keaktifan siswa SMA N 1 Bandar Batang dalam mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah, bagaimana hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa SMA N 1 Bandar Batang, serta apakah terdapat pengaruh antara keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan keagamaan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang.
 Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Bandar Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Adakah Pengaruh Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Keagamaan terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa di SMA N 1 Bandar Batang. 
 Jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui penelitian lapangan (field reseach). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi yang digunakan untuk memperoleh data tentang Bagaimana Keaktikan siswa dalam Kegiatan Keagamaan (variabel X) terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa di SMA N 1 Bandar Batang (variabel Y).
 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Selanjutnya dari hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan di SMA N 1 Bandar Batang, peneliti mendapatkan data bahwa keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan (X) dengan rata-rata sebesar 43,86 dibulatkan menjadi 44 yaitu berada pada interval 40-46 yang berarti keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan (X) tergolong ke dalam kategori “Sedang”. Sedangkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang (Y) memiliki rata-rata sebesar 87,8498 yang dibulatkan menjadi 88 yang berada pada interval 85-89 yang berarti hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang (Y) tergolong ke dalam kategori “Sedang”. Analisis uji hipotesis diperoleh persamaan regresi Y ̂=79,39326+0,19277X. Hasil F_hitung sebesar 13,59 lebih besar dari F_tabel baik pada taraf signifikansi 1% yaitu F_tabel=6,74 maupun pada taraf signifikansi 5% yaitu F_tabel=3,88. Karena F_hitung>F_tabel maka hasil perhitungan di atas menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan 
 antara keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang sehingga hipotesis diterima. Artinya semakin aktif siswa dalam kegiatan keagamaan, maka semakin meningkat pula hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa di SMA N 1 Bandar Batang.
 Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kecilnya kontribusi variabel X (keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan) terhadap variabel Y (hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang) dapat diwakili oleh besarnya koefisien determinasi yang dinotasikan dalam angka R^2 (R Square) adalah sebesar 0,06 yang artinya besar pengaruh variabel X (keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan) terhadap variabel Y (hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang) adalah 6% sisanya sebesar 94% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
 Sehingga dapat dinyatakan bahwa keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa di SMA N 1 Bandar Batang. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan dan hipotesis yang diajukan diterima.
  • Efektivitas game asah otak dalam meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI kelas VII SMP Negeri I Boja Kendal

    Afifah, Nafisatul (2020-06-03)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) bagaimana media pembelajaran Game Asah Otak pada pembelajaran PAI peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja Kendal. b) apakah media pembelajaran Game Asah Otak efektif terhadap peningkatan minat belajar PAI peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja Kendal. c) apakah media pembelajaran Game Asah Otak efektif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PAI peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja Kendal.
 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan True Experimental Design berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja, sedangkan sampel yang digunakan adalah kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol.
 Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, tes dan angket. Uji hipotesis yang digunakan peneliti adalah uji N-gain dari data nilai minat dan hasil belajar PAI yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan perhitungan N-gain dengan diperoleh: a) rata-rata minat belajar PAI kelas eksperimen sebesar Media pembelajaran Game Asah Otak pada pembelajaran PAI efektif meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja Kendal. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji N-gain diperoleh peserta didik mengalami peningkatan pada minat belajar sebelum dan sesudah tindakan. Peningkatan minat belajar peserta didik terjadi setelah pembelajaran menggunakan media pembelajaran Game Asah Otak, dari rata-rata skor 93,60 menjadi 122,67. Peningkatan hasil belajar dianalisa menggunakan rumus N-gain dengan skor peningkatan 70,86% yang termasuk dalam kategori “Cukup Efektif”. Berdasarkan uji N-gain bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil belajar lebih baik daripada rata-rata hasil belajar kelas kontrol. b) Media pembelajaran Game Asah Otak pada pembelajaran PAI efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Boja. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar PAI pada kelas yang menerapkan Game Asah Otak diperoleh rata-rata skor 39,93 menjadi 77,2. Peningkatan hasil belajar dianalisa menggunakan rumus N-gain dengan skor peningkatan 60,52% yang termasuk dalam kategori “Cukup Efektif”. Berdasarkan uji N-gain bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil belajar lebih baik daripada rata-rata hasil belajar kelas kontrol.
 Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: a) Penerapan media pembelajaran Game Asah Otak pada pembelajaran PAI peserta didik. b) media pembelajaran Game Asah Otak cukup efektif untuk meningkatkan minat belajar PAI peserta didik. c) media pembelajaran Game Asah Otak cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik.
  • Efektivitas pembelajaran daring strategi PQ4R terhadap hasil belajar materi meneladani perjuangan Rasulullah SAW di Madinah kelas X di SMAN 2 Mranggen Demak

    Fita, Hidayatul (2020-06-15)
    Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan, apakah efektif pembelajaran daring strategi PQ4R (variabel X) terhadap hasil belajar siswa materi Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Madinah Kelas X di SMAN 2 Mranggen Demak (variabel Y).
 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode tes dan metode dokumentasi. Dengan jumlah sampel 71 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. 
 Sebelum diberi perlakuan kedua kelas diuji keseimbangannya dengan uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan nilai tes sebelumnya. Kemudian kedua kelas diberi perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen menggunakan strategi PQ4R dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Setelah data didapat terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas, homogenitas, dan uji signifikansi. Dalam uji hipotesis peneliti menggunakan uji t-tes. Berdasarkan perhitungan t-tes dengan taraf signifikasi = 5% diperoleh t_hitung = 3,112 sedangkan t_tabel = 1,6672. Karena t_hitung > t_tabel , maka berarti rata-rata hasil belajar pembelajaran daring strategi PQ4R materi Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Madinah lebih baik daripada pembelajaran daring metode konvensional. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata nilai tes akhir kelas eksperimen = 80,778 dan kelompok kontrol = 76,686, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh strategi PQ4R untuk hasil belajar materi Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW di Madinah Kelas X di SMAN 2 Mranggen Demak dengan tingkat kefektifannya 56% dan tergolong cukup efektif.
  • Relevansi pendidikan multikultral perspektif KH. A. Mustofa Bisri terhadap pendidikan Agama Islam

    Seftiana, Rizkiani Nur (2020-03-09)
    Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam. Dalam lingkup pendidikan, keragaman juga tergambar dari beragamnya kondisi siswa di kelas. Menurut KH. A. Mustofa Bisri, keragaman dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah dari Allah Swt. maka hendaknya bangsa Indonesia agar menjaga keragaman tersebut agar tidak berpotensi menjadi konflik.
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran KH. A. Mustofa Bisri tentang pendidikan multikultral. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana pandangan KH. A. Mustofa Bisri tentang pendidikan multikultural? (2) Bagaimana relevansi konsep multikultural menurut KH. A. Mustofa Bisri terhadap pendidikan agama Islam? Permasalahan tersebut dikaji melalui pendekatan studi tokoh, sehingga penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian ini didapatkan dari menggali buku karya KH. A. Mustofa Bisri serta wawancara dengan beliau. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.
 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) menurut KH. A. Mustofa Bisri pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang menghargai adanya keberagaman, sebab keberagaman merupakan sebuah anugerah dari Allah yang patut disyukuri dan merupakan fitrah serta sunnatullah. Untuk mewujudkan pendidikan multikulural di Indonesia, maka diperlukan pembenahan dalam sistem pendidikannya dahulu. Pendidikan di Indonesia itu belum sebenarnya ada, yang ada baru pengajaran saja sebagai sekedar bentuk penyampaiaan informasi. Artinya, pendidikan keteladanan masih sangat lemah. (2) Terdapat kerelevanan antara Pendidikan multikultural menurut KH. A. Mustofa Bisri dengan pendidikan agama Islam, dilihat dari ruang lingkup, nilai serta materi dalam pendidikan agama islam. Nilai multikultural menurut KH. A. Mustofa Bisri, diantaranya: fitrah keberagaman, hidup secukupnya, kemanusiaan, demokrasi, dan prinsip kehendak. Kesemua nilai tersebut memiliki kesamaan dengan dari ruang lingkup, nilai serta materi dalam pendidikan agama islam. Contonya, nilai fitrah keberagaman relevan dengan pembelajaran dalam pendidikan agama Islam dalam rumpun sejarah atau tarikh agama Islam. Dalam materi PAI kelas 7 semester 2 tentang dakwah Nabi Muhammad di Madinah.
 Hasil penelitian memberikan saran bahwa pendidikan multikultural perspektif KH. Mustofa Bisri ini layak dan baik untuk apabila dijadikan referensi bagi peningkatan materi dalam pendidikan agama Islam . Sebagai pemikir, budayawan, serta tokoh agama, maka pemikiran beliau bukan hanya untuk meningkatkan moral masyarakat pendidikan non-formal seperti pesantren, akan tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa.
  • Pengaruh model pembelajaran habit forming dan pembiasaan shalat dhuha sebelum kegiatan pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X di SMAN 4 Kota Tegal

    Fauziyah, Alma Nur (2020-06-15)
    Skripsi ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran habit forming dan pembiasaan Shalat Dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X di SMA N 4 Kota Tegal. Dilakukannya penelitian ini untuk menjawab permasalahan: pertama, seberapa besar pengaruh model pembelajaran habit forming terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X. Kedua, seberapa besar pengaruh pembiasaan Shalat Dhuha terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X. Ketiga, seberapa besar pengaruh secara bersama antara model pembelajaran habit forming dan pembiasaan Shalat Dhuha terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X.
 
 Penelitian yang dilaksanakan termasuk penelitian lapangan (Field Research) dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Dengan populasi sebanyak 280 siswa dan sampel penelitian 74 yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. 
 
 Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan regresi berganda Y’ = 26,216 + 0,132X1 + 0,289X2 yang artinya terdapat hubungan positif antara model pembelajaran habit forming (X1) terhadap motivasi belajar PAI siswa (Y) dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,132 atau signifikan. Kemudian terdapat hubungan positif antara pembiasaan Shalat Dhuha (X2) terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas X di SMA N 4 Kota Tegal (Y) dibuktikan dengan angka koefisien korelasi 0,289 atau signifikan. Kemudian untuk hasilnya adalah Fhitung = 18,005 > Ftabel (0,05;1;72) = 3,97. Sehingga variabel model pembelajaran habit forming (X1) dan pembiasaan Shalat Dhuha (X2) berpengaruh siginfikan secara bersama terhadap variabel motivasi belajar PAI siswa (Y) dengan besar pengaruh 33,7%. 
 
 Setelah mengetahui hasil penelitian ini dan mengetahui pengaruh positif dari model pembelajaran habit forming melalui pembiasaan Shalat Dhuha terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X, maka saran bagi sekolah adalah melanjutkan program pembelajaran tersebut sehingga bisa terus meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan siswa akan selalu berkebiasaan baik. Bagi siswa adalah senantiasa meningkatkan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajarnya. Bagi orang tua agar selalu membimbing, memberi dukungan serta memberi perhatian lebih pada anaknya untuk melaksanakan tugasnya sebagai pelajar.
  • Efektivitas metode pembelajaran bingo dalam meningkatkan pemahaman materi haji pada mapel fiqih kelasVIII di MTs N 2 Kendal

    Sofiyah, Mega Ayu (2020-05-13)
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran yang dilakukan guru selama ini kurang bervariasi dan guru kurang maksimal dalam menggunakan media pembelajaran sehingga siswa pasif karena kurang tertarik dalam pembelajaran dan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Untuk itu peneliti melakukan penelitian mengenai Efektivitas Metode Pembelajaran BINGO dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Haji pada Mapel Fiqih Kelas VIII di MTs N 2 Kendal. 
 Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTs N 2 Kendal yang terdiri dari delapan kelas. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, dengan sampel kelas VIII-A yang terdiri dari 25 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-D yang terdiri dari 28 peserta didik sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian berupa tes. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pengujian hipotesis peneliti menggunakan uji normalitas, homogenitas dan uji-t.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran BINGO sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman materi Haji pada mapel Fiqih kelas VIII. di MTs N 2 Kendal. Hal ini ditunujukan berdasarkan uji perbedaan rata-rata t-test. Diperoleh t hitung = 2,214 dan t tabel = 2,008 dengan taraf nyata 5% dan dk = 51. Karena t hitung lebih besar dari t tabel maka t hitung berada pada daerah penerimaan Ha. Jadi H0 : μ1 ≤ μ2 ditolak, dan Ha : μ1 > μ2 diterima. Artinya, rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dengan menggunakan metode pembelajaran BINGO lebih tinggi dari pada rata-rata hasil belajar kelas kontrol dengan menggunakan metode konvensioanal.
 Berdasarkan data yang diperoleh, hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran BINGO memperoleh rata-rata hasil belajar = 80,06, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajar dengan metode pembelajaran konvensioanal = 70,32. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pembelajaran BINGO sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman materi Haji pada mapel Fiqih kelas VIII di MTs N 2 Kendal tahun ajaran 2019/2020.
  • Pengaruh pola asuh orang tua tunggal (single parent) ibu terhadap tingkat kedisiplinan melaksanakan shalat fardhu siswa MA NU Al-Hikmah Semarang

    Saputri, Ayu Eka (2020-06-15)
    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa keluarga atau orang tua memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, cerdas, dan disiplin. Sejalan dengan hal itu, setiap orang tua juga pasti memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anaknya supaya keinginannya tersebut dapat tercapai. Sama halnya dengan orang tua yang utuh, orang tua tunggal juga memiliki keinginan yang sama terhadap anaknya. Orang tua tunggal juga menerapkan pola asuh untuk anaknya di tengah tanggung jawabnya yang lebih berat jika dibandingkan dengan orang tua yang utuh. Pola asuh yang diterapkan pada anak tentu tidak lepas dari adanya perhatian dan juga kontrol dari orang tua. Dengan menerapkan pola asuh yang sesuai, nantinya akan mempengaruhi kedisiplinan anak atau tidak, termasuk kedisiplinan anak dalam melaksanakan shalat fardhu. Kedisiplinan merupakan perilaku taat yang didasarkan pada kesadaran untuk melaksanakan kewajiban sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
 Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruh pola asuh orang tua tunggal (single parent) ibu terhadap tingkat kedisiplinan melaksanakan shalat fardhu siswa MA NU Al-Hikmah Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Yaitu teknik pengambilan sampel dengan menentukan karakteristik tertentu sehingga tidak mungkin diambil sampel lain yang tidak memenuhi karakteristik yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik regresi linier sederhana. Yaitu rumus yang digunakan untuk menguji satu variabel bebas dan satu variabel tak bebas. Hasil penemuan dalam penelitian ini adalah : terdapat pengaruh antara pola asuh orang tua tunggal (single parent) ibu terhadap tingkat kedisiplinan melaksanakan shalat fardhu siswa MA NU Al-Hikmah Semarang. Pengaruh yang diberikan adalah sebesar 15,75%, sedangkan 84,25% dipengaruhi oleh variabel lain.
  • Implementasi pembinaan keagamaan pada pengguna narkoba di Pondok Pesantren At-Tauhid Semarang

    Asriyaningrum, Dewi Ari (2020-06-11)
    Masalah penyalahgunaan narkoba perlu ditangani secara serius dan menjadi tanggung jawab bersama. Bangsa ini telah kehilangan remaja yang tidak terhitung jumlahnya akibat penyalahgunaan narkoba. kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa. Melihat kenyataan ini, banyak elemen masyarakat dan lembaga-lembaga berupaya menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Walaupun dengan cara yang berbeda-beda, namun tujuannya ingin menyelamatkan masyarakat Indonesia dari obat-obatan yang merusak, tidak hanya fisik tapi juga jiwa penyalahgunannya. Salah satu lembaga yang ikut andil dalam penanggulangan ini adalah Yayasan Rehabilitasi Pondok Pesantren At-Tauhid Semarang. Sebuah lembaga rehabilitasi yang berbasis psikoreligius dalam menyembuhkan para anak bina (pengguna narkoba). 
 Penelitian ini mempunyai fokus pada satu hal yaitu bagaimana implementasi pembinaan keagamaan Islam pada pengguna narkoba di Pondok Pesantren At-Tauhid Semarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi pembinaan keagamaan pada pengguna narkoba di Pondok Pesantren At-Tauhid Semarang. Adapun penelitian ini termasuk ke dalam kategori penelitian kualitatif, jenis studi kasus. Dengan proses pengambilan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
 Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan keagamaan pada pengguna narkoba di Pondok Pesantren At-Tauhid menggunakan pendekatan thoriqah yang diimplementasikan melalui dzikir dan sholawat dalam keseharian santri. Implementasi pembinaan kegamaan di pondok ini meliputi ceramah keagamaan, sholat berjamaah, ngaji Qur’an, doa, dzikir dan sholawat, mandi taubat, tahlil, dan mujahadah. Semua pembinaan keagamaan di atas bertujuan untuk menyembuhkan pecandu narkoba dengan cara Islami.
  • Pengaruh persepsi siswa tentang profesionalisme guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak siswa MAN I Magelang

    Azizah, Khanifatul (2020-03-09)
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui persepsi siswa tentang profesionalisme guru Akidah Akhlak MAN 1 Magelang, 2) mengetahui prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak siswa MAN 1 Magelang, 3) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh persepsi siswa tentang profesionalisme guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak siswa MAN 1 Magelang. 
 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Dalam pengambilan data penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik stratified sampling jenis disproporsional sampel dengan responden sebanyak 289 siswa dari total siswa seluruhnya berjumlah 1.702 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu kuesioner dan dokumentasi. 
 Dari hasil penelitian, rata-rata nilai persepsi siswa tentang profesionalisme guru sebesar 75,58 dengan kategori “Baik” yang berada pada interval 70-81. Rata-rata nilai prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak sebesar 75,32 dengan kategori “Baik” yang berada pada interval 69-81. Sedangkan persepsi siswa tentang profesionalisme guru (X) memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa MAN 1 Magelang (Y) sebesar 0,029 atau 2,9 %. Penelitian ditunjukkan oleh harga thitung = 2,951 yang telah dikonsultasikan dengan ttabel, dan hasilnya menunjukkan pada taraf ttabel = 1,972. Maka hasilnya, thitung > ttabel pada taraf ttabel 5%.
  • Pengaruh keaktifan mengikuti ekstrakurikuler kerohanian Islam terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran PAI di SMA N I Bulakamba Brebes

    Firly, Firly (2020-06-19)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat keaktifan mengikuti kegiatan kerohanian Islam terhadap prestasi belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA N 1 Bulakamba Brebes. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Dalam mengambil data penelitian ini menggunakan data populasi berjumlah 61 responden anggota rohis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu angket dan dokumentasi.
 Hasil dari penelitian ini dengan perolehan korelasi sebesar 0,179, sehingga nilai r hitung berkisar pada interval 0,000-0,199. Maka antara ekstrakurikuler rohis terhadap prestasi belajar PAI memang terdapat korelasi namun korelasi tersebut sangat rendah. Ekstrakurikuler rohis memberikan kontribusi sebesar 0,032 atau 3,2 % dalam mempengaruhi prestasi belajar PAI di SMA N 1 Bulakamba Brebes. Hasil tersebut dapat dilihat dalam kolom R square. Kemudian 96,8% dipengaruhi oleh faktor lain seperti faktor internal maupun eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, masyarakat, motivasi, intelegensi, bakat, minat, dan lain nya yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
  • Pembelajaran Al-Qur’an braille bagi anak tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal

    Afiani, Prastika (2020-03-27)
    Skripsi ini membahas tentang pembelajaran al-Qur’an Braille pada peserta didik tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan dalam proses belajar mengajar al-Qur’an untuk peserta didik tunanetra dengan sekolah umum lainnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan : (1) Bagaimana pembelajaran al-Qur’an Braille bagi anak tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal? (2) Apa saja problematika dalam pembelajaraan al-Qur’an Braille bagi anak tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal? (3) Bagaimanakah solusi/ problem solving pembelajaran al-Qur’an Braille bagi anak tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal? 
 Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan student center yang dilaksanakan di SMPLB Swadaya Kendal. Lembaga pendidikan tersebut dijadikan sebagai sumber untuk peneliti mendapatkan informasi mengenai pemelajaran al-Qur’an Braille pada anak tunanetra. Data diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi analisis.
 Penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Pembelajaran al-Qur’an di SMPLB Swadaya Kendal menggunakan modul al-Qur’an braille. Sebelum ke al-Qur’an diajarkan iqra’ braille terlebih dahulu. Anak-anak belajar setiap hari pukul 07.00 - 07.30 untuk pembelajaran membaca al-Qur’an Braille (setoran) dan pada hari senin pukul 12.30 untuk pembelajaran menulis al-Qur’an Braille yang dilakukan di kelas tunanetra. Pembelajaran menggunakan metode drill dan model active learning. (2) Problematika yang dialami yaitu tidak terdapat RPP dan silabus, hanya memiliki kurikulum yang dibuat oleh guru al-Qur’an braille itu sendiri, waktu yang kurang untuk melaksanakan pembelajaran al-Qur’an Braille, minimnya sarana prasarana, keterbatasan fisik pada peserta didik, motivasi belajar yang tidak stabil, perbedaan daya tangkap peserta didik dalam menerima pembelajaran al-Qur’an Braille, kurangnya bimbingan dari orang tua. (3) Solusi/ problem solving yang dilakukan yaitu menjalankan kurikulum yang telah dibuat dengan efektif, guru mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran al-Qur’an Braille, memanfaatkan sarana prasana yang tersedia dengan maksimal, memberikan pembelajaran yang efektif, menerapkan metode, model yang sesuai dengan kemampuan peserta didik, dan memanfaatkan media pembelajaran, guru mengajarkan secara individual sesuai kemampuan peserta didik supaya mendapat hasil yang maksimal, ketika di rumah orang tua bisa membimbing anaknya, bisa mengarahkan dan mengevaluasi langsung terhadap kemampuan anaknya. 
 Dari hasil penelitian ini diharapkan pembelajaran al-Qur’an Braille bagi tunanetra di SMPLB Swadaya Kendal lebih meningkatkan pembelajarannya, meningkatkan bimbingan membaca al-Qur’an Braille dengan menambah jam belajar, lebih memanfaatkan media yang sudah tersedia dan menambah sarana prasana.
  • Konsep khilafah dan jihad dalam konstelasi pembelajaran fiqih politik Islam : studi atas persepsi guru mata pelajaran fiqih MA se-Kabupaten Kudus

    Fardah, Fadila Arifatul (2020-07-03)
    Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan; 1) Bagaimana Persepsi Guru Mata Pelajaran Fiqih MA tentang Konsep Khilafah dan Jihad dalam Konstelasi Pembelajaran Fiqih Politik Islam? 2) Bagaimana Metode yang Diterapkan oleh Guru Ketika Menyampaikan Materi tentang Konsep Khilafah dan Jihad dalam Konstelasi Pembelajaran Fiqih Politik Islam ?
 Metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut; jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dan bersifat eksploratif. Lokasi penelitiannya di Kota Kudus, dan menggunakan pendekatan fenomenologis. Datanya diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan metode deskriptif kualitatif.
 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa menurut guru mapel Fiqih MA di Kabupaten Kudus khilafah merupakan sebuah sistem pemerintahan yang pelaksanaannya sesuai dengan syariat Islam sehingga sistem khilafah tersebut tidak pas untuk diterapkan di Indonesia dan sudah tidak relevan untuk kondisi di masa sekarang. Menurut guru Fiqih, alasan ketidak cocokannya dikarenakan tidak adanya dalil Al-qur’an maupun Hadits yang mewajibkan untuk mendirikan khilafah, meskipun jika dilihat dari sudut pandang yang lain dapat dikatakan bahwa Indonesia sudah mengikuti
 dasar yang ada dalam khilafah. Hal tersebut dibuktikan dari kelima sila dalam Pancasila yang sama dengan isi dari dasar negara dengan sistem khilafah, akan tetapi dalam hal ini hanya bisa diberlakukan dikalangan umat Islam saja padahal Indonesia sendiri adalah negara yang mengakui enam agama, maka jika diterapkan secara keseluruhan dalam satu negara, akan merubah semua tatanan yang ada dalam negara, dan tentunya akan menyebabkan adanya kekacauan, perpecahan dan pertengkaran antar warga Indonesia. Sedangkan tentang konsep jihad, diartikan sebagai berjuang, bersungguh-sungguh dalam segala hal. Guru Fiqih mengidentifikasi makna jihad secara umum maupun khusus. Adapun secara umum yaitu setiap usaha yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam rangka melaksanakan, membela, memperjuangkan agama Islam serta menegakkan kalimat Allah SWT. Contohnya, belajar untuk memberantas kebodohan, bekerja untuk memberantas kemiskinan dan beribadah untuk memberantas kemaksiatan. Sedangkan secara khusus yaitu jihad qital , jihad dengan peperangan, berjuang dengan kekerasan. Para guru Fiqih memandang mereka yang hanya mengartikan jihad sekadar dengan peperangan maka mereka termasuk golongan orang-orang yang dangkal akan pengetahuan agama dan fanatik pada satu sumber saja.
 Demikian halnya dalam proses pembelajaran Fiqih, metode yang dipilih yaitu mauidhoh hasanah atau ceramah. Guru yang menjadi objek utama dalam kegiatan pembelajaran dikarenakan materi ini sangat rentan disalahpahamkan dan jika kegiatan belajar mengajarnya berpusat pada siswa nantinya malah akan menimbulkan dampak buruk untuk siswa. Beberapa narasumber juga memberikan himbauan diawal proses pembelajaran seperti jangan sampai terpengaruh dengan kelompok radikal, perbanyak pengetahuan agama agar tidak mudah terdoktrin dan lain sebagainya. Untuk evaluasinya, para guru menggunakan tes tertulis baik melalui ulangan harian pada setiap bab, penugasan maupun ketika ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
  • Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam ayat teguran : telaah QS. ‘Abasa ayat 1-10

    Riyanto, Slamet (2020-06-16)
    Skripsi ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam ayat teguran (telaah QS. ‘Abasa ayat 1-10). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya akhlak dan moral peserta didik seiring dengan berkembangnya zaman. Maka dari itu, penggalian terhadap nilai-nilai pendidikan akhlak dalam al-Qur‟an harus terus dilakukan dan disosialisasikan sebagai salah satu langkah perbaikan akhlak manusia dalam menjalani kehidupan di dunia agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah: Apasajakah nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam ayat teguran QS. ‘Abasa ayat 1-10?
 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Library Research. Library Research adalah suatu riset pustaka atau kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan studi dokumentasi. Dokumen tersebut bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Setelah data terkumpul, maka akan dilakukan metode analisi data, dan yang digunakan adalah metode tahliliy dan metode content analysis. Melalui cara berfikir induktif dan dengan pendekatan religi.
 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam ayat teguran QS. ‘Abasa ayat 1-10 adalah sebagai berikut:
 1. Memberikan penghargaan yang sama 
 2. Tidak berfikir negatif terhadap orang lain
 3. Bersikap cermat dan berhati-hati dalam mengambil suatu tindakan.
  • Pengaruh pemahaman materi akhlak terpuji terhadap sikap ta’dzim kepada guru siswa kelas VII MTs Thoriqotul Ulum, Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati

    Anisa, Fitri (2020-06-23)
    Skripsi ini membahas tentang Pengaruh Pemahaman Materi Akhlak Terpuji Terhadap Sikap Ta’dzim Kepada Guru Siswa Kelas VII Mts Thoriqotul Ulum, Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan “Adakah Pengaruh Pemahaman Materi Akhlak Terpuji Terhadap Sikap Ta’dzim Kepada Guru Siswa Kelas VII Mts Thoriqotul Ulum, Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati?
 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan yang tujuan utamanya mengumpulkan informasi dan data tentang variabel dari sekelompok objek (populasi). Sedangkan pendekatannya adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka yang kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode statistika untuk mendapatkan informasi. Penelitia ini menggunakan penelitian populasi yang berjumlah 57 responden (siswa). Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui pemahaman materi akhlak terpuji siswa dan menggunakan angket untuk mengetahui sikap ta’dzim kepada guru. Sedangkan untuk pengumpulan data pendukungnya menggunakan metode observasi dan dokumentasi.
 Semua data dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan analisis statistic deskriptif dan inferensial yaitu menggunkan korelasi product moment yang kemudian dianalisis dengan regresi sederhana untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.
 Hal ini menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh antara pemahaman materi akhlak terpuji terhadap sikap ta’dzim kepada guru siswa kelas VII MTs Thoriqotul Ulum, Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati sebesar 0,491. Dibuktikan dengan persamaan regresi Ŷ = 50,6+0,390 X dan hasil varian regresi Fhitung = 17,5 lebih besar dari Ftabel pada taraf signifikasi 5% = 4,02 sehingga hipotesis diterima. Jadi kesimpulannya Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pemahaman materi akhlak terpuji terhadap sikap ta’dzim kepada guru siswa kelas VII MTs Thoriqotul Ulum, Tlogoharum, Wedarijaksa, Pati
  • Pengaruh persepsi siswa tentang pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas VIII di SMP Negeri I Kramat Tegal

    Iftinan, Arina Fika; , (2020-06-10)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kramat Tegal. Jenis penelitian yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi-kausalitas. Teknik pengumpulan data berupa angket (kuesioner) dan dokumentasi. 
 Dilihat dari hasil analisis data, diketahui bahwa persepsi siswa tentang pengawasan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kramat Tegal, dengan data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana. Pengujian hipotesis ditunjukkan dengan membandingkan harga F_reg kelas VIII sebesar 23,252 dan taraf signifikansi 5% adalah 3,005, maka F_reg= 23,252 > F_tabel= 3,005 . 
 Kontribusi pada persepsi siswa tentang pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar PAI pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kramat Tegal ini dapat diketahui dari nilai R = 0,499, artinya terdapat pengaruh persepsi siswa tentang pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar PAI pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kramat Tegal berada pada kategori baik. Nilai determinasi (R Square) sebesar 0,249, artinya kontribusi pengawasan orang tua dalam mempengaruhi prestasi belajar PAI siswa sebesar 24,9%. 
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan persepsi siswa tentang pengawasan orang tua terhadap prestasi belajar siswa, sehingga pada penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dan masukan bagi semua pihak terutama orang tua, guru, dan siswa.
  • Analisis dampak penerapan kebijakan 
 full day school terhadap pembentukan 
 karakter religius dan kecerdasan 
 spiritual siswa kelas x MIPA di SMAN 3 
 Semarang

    Herdarliana, Erizka Novita (2020-07-03)
    Skripsi ini membahas analisis dampak penerapan kebijakan full day school terhadap pembentukan karakter religius dan kecerdasan spiritual siswa kelas X Mipa di SMAN 3 Semarang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kebijakan full day school di Kelas X Mipa SMAN 3 Semarang dan untuk mengetahui dampak penerapan kebijakan full day school di kelas X Mipa SMAN 3 Semarang dalam membentuk karater religius dan kecerdasan spritual siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatif deskiptif kualitatif dengan lokasi SMAN 3 Semarang. Metode yang digunakan untuk memperoleh data berupa informasi yang mendalam tentang masalah yang akan dipecahkan dengan menggunakan wawancara secara mendalam, observasi berperan serta dalam pengumpulan data dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan ada 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu : kepala sekolah, 1 guru PAI, 9 siswa kelas X Mipa dan 2 orang tua. Sedangkan fokus penelitian yang akan dikaji adalah : (1) Bagaimana penerapan kebijakan full day school di kelas X Mipa SMAN 3 Semarang?. (2) Bagaimana dampak penerapan kebijakan full day school di kelas X Mipa SMAN 3 Semarang dalam membentuk karater religius dan kecerdasan spritual siswa ?
 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya SMAN 3 Semarang menerapkan sistem full day school pada hari Senin sampai hari Kamis dari jam 07.00 WIB dan diakhiri pukul 15.30 WIB dan khusus pada hari Jum’at kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 WIB dan di akhiri pada pukul 11.30 WIB dan pada hari Sabtu tidak ada kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan setelah pulang sekolah, yaitu mulai dari jam 16.00 – 17.30 WIB. Pada pukul 17.30 WIB, sekolah harus sudah bersih dari kegiatan siswa. Sehingga, siswa mempunyai 2 hari libur dalam satu Minggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu. 
 Dampak dalam penerapan kebijakan full day school terhadap pembentukan karakter religius dan kecerdasan spiritual siswa kelas X Mipa di SMAN 3 Semarang yaitu : (1) Dampak Sosial. Siswa dapat berinteraksi sosial dengan baik kepada seluruh stakeholder di SMAN 3 Semarang, Siswa memiliki rasa empati dan kekeluargaan yang tinggi, siswa tidak bisa mengikuti kegiatan-kegiatan negatif seperti kumpul-kumpul dengan geng motor dan tawuran, Orang tua tidak merasa khawatir karena ada guru yang mengawasi. Adapun dampak negatif dari penerapan kebijakan full day school adalah banyaknya waktu yang dihabiskan disekolah membuat siswa jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar rumahnya. (2) Dampak Ekonomi, peningkatan biaya yang harus di keluarkan orang tua, namun peningkatan biaya sekolah dapat diatasi dengan membawakan bekal makanan dari rumah atau siswa dapat membeli makan dikantin sekolah dengan harga yang murah. (3) Dampak Psikologis. Siswa menjadi lebih disiplin karena adanya tata tertib dan peraturan, siswa menjadi anak yang rajin, siswa menjadi lebih teratur dalam berpakaian, siswa mungkin mengalami tekanan. karena materi yang diajarkan selama 1 hari sangat banyak. Siswa akan merasa kelelahan apabila ditekan untuk belajar terus-menerus. (4) Dampak karakter religius dan kecerdasan spiritual dari penerapan kebijakan full day school, diantaranya sebagai berikut : Siswa semakin rajin mengerjakan sholat 5 waktu, yakni subuh, dhuhur, ashar, magrib, isya’. Siswa semakin rajin mengerjakan sholat dhuha. Siswa semakin rajin mengerjakan puasa sunah senin - kamis dan puasa Al - Qur’an. Siswa semakin hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru. Siswa semakin menghargai perbedaan agama dan tindakan yang berbeda dengan dirinya (bersikap toleransi).

View more