Show simple item record

dc.contributor.authorJailani, Imam Amrusi
dc.contributor.authorFakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya
dc.date.accessioned2019-10-22T12:23:09Z
dc.date.available2019-10-22T12:23:09Z
dc.date.created2016-09-23 23:09
dc.date.issued2010-12-30
dc.identifieroai:ojs.ejurnal.iainmataram.ac.id:article/222
dc.identifierhttp://ejurnal.iainmataram.ac.id/index.php/ulumuna/article/view/222
dc.identifier10.20414/ujis.v14i2.222
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/20.500.12424/737854
dc.description.abstractThis study explores the phenomena of studying local rituals in Islam, which often become a focus of scholarly research. The studies of local Islam often reveal the map and the sketch of the developed various local rituals of Islam such as tarekat, tahlil and slametan. Scholars and experts have attempted to research these phenomena and employed diverse approaches to explain them. Most of them used textual and contextual approaches. Others sought to use structural and functional approach.  Their study help explain the pattern and the attitude of Islamic rituals among certain people. One example pertains to the explanation of the most rural people, especially in Madura East Java regarding their practice of local Islam. One of the fundinds of such scholalrly research asserts that the poeple in the region  conduct their rituals independently, without a medium of teachers and pupils.Abstrak: Artikel ini akan memaparkan kajian keislaman yang fenomenanya  sering muncul dalam bentuk ritual Islam lokal dan tidak jarang dijadikan sebagai model kajian populer dalam pergulatan pemikiran yang sedang bergulir, khususnya di pentas akademik. Dari kajian tersebut didapati sketsa ritual Islam bermacam-macam dan menjelma dalam ritual-ritual yang berkembang. Sketsa ritual Islam tersebut telah mengundang animo dan atensi para pengkaji, baik dari dalam maupun luar (nonmuslim), dengan berbagai pendekatan yang digunakan untuk memudahkan pemahaman terhadap keislaman. Gambaran dari sketsa tersebut menunjukkan bahwa dalam realitas, kita sering diperhadapkan pada sketsa Islam lokal, dalam bentuk ritual-ritual, seperti tarekat-tarekat, tahlilan, selamatan, dan sebagainya. Pendekatan yang dipakai untuk meneropong hal tersebut adalah pendekatan tekstual-kontekstual dan struktural-fungsional. Dari penelaahan didapati bahwa ternyata pola pemahaman dan pola sikap mayoritas masyarakat pedesaan, khususnya Madura, mempraktekkan ajaran Islam dalam bentuk ritual yang mandiri, berjalan sendiri, tanpa mengenal hubungan antara murid dan syekh atau mursyid.
dc.format.mediumapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherState Islamic Institute (IAIN) Mataram, Indonesia
dc.relation.ispartofhttp://ejurnal.iainmataram.ac.id/index.php/ulumuna/article/view/222/pdf_115
dc.rightsCopyright (c) 2015 ULUMUNA
dc.sourceULUMUNA; Vol 14, No 2 (2010): December; 369-388
dc.subjectRitual Islam
dc.subjectAjaran Tarekat
dc.subjectPendekatan Tekstual-Kontekstual
dc.subjectPraktik.
dc.titleTAREKAT “SEMI MANDIRI”: PROTOTIPE RITUAL MASYARAKAT PEDESAAN MADURA
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
ge.collectioncodeOAIDATA
ge.dataimportlabelOAI metadata object
ge.identifier.legacyglobethics:10284834
ge.identifier.permalinkhttps://www.globethics.net/gtl/10284834
ge.lastmodificationdate2016-09-23 23:09
ge.lastmodificationuseradmin@pointsoftware.ch (import)
ge.submissions0
ge.oai.exportid148910
ge.oai.repositoryid98357
ge.oai.setnameArticles
ge.oai.setspeculumuna:ART
ge.oai.streamid5
ge.setnameGlobeTheoLib
ge.setspecglobetheolib
ge.linkhttp://ejurnal.iainmataram.ac.id/index.php/ulumuna/article/view/222


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record