Machasin, Muhammad2019-09-252019-09-252014-06-0920149782940428830http://hdl.handle.net/20.500.12424/207982Dilihat dari judulnya, nampak jelas bahwa tulisan Yahya Wijaya, “Etika Profesi Rohaniwan: Sebuah Perspektif Kristen Protestan” mengangkat tema keagamaan dengan dasar etika kekristenan. Dengan menjawab pertanyaan “Apakah Pendeta sebuah Profesi?” penulis yang kebetulan seorang pendeta ini mencoba memberi semacam landasan etik jabatan keagamaan yang sangat penting ini. Profesi berbeda dengan karier yang 9 berarti “pekerjaan yang dijalani demi mencapai tujuan dan kehendak diri sendiri”. Profesi “adalah pekerjaan yang dijalani berdasarkan keyakinan tertentu dan demi kebaikan masyarakat luas”. Kata ini berasal dari kata dasar ‘to profess’ yang berarti ‘mengaku’ atau ‘bersaksi demi’ yang terkait erat dengan kependetaan, kemudian dipakai dalam pengertian yang lebih luas. Sungguh menarik mengikuti diskusi penulis mengenai bagaimana istilah yang sudah mengembara kemana-mana ini kemudian ditarik lagi untuk “mengembangkan” etika kependetaan di dalam masyarakat Indonesia yang majemuk di zaman keterbukaan informasi ini. Pesan dari tulisan ini kepada para pendeta sebenarnya juga dapat berlaku untuk semua “pekerja” agama, mulai dari guru agama sampai pemimpin umat beragamaPages:7-17indCreative Commons Copyright (CC 2.5)agama lainBagaimanaKenakalan pertanyaanPolitical ethicsCultural ethicsMethods of ethicsPhilosophical ethicsMenyumbang pembangunan etika sosial dengan agama : sebuah kata pengantarBook chapter